BREAKING NEWS
loading...
loading...
Showing posts with label Cat. Show all posts
Showing posts with label Cat. Show all posts

Wednesday, 15 February 2017

Mengenal Lebih Jauh Tentang Marka Jalan yang diproduksi PT. Tunas Makmur Jaya Abadi (Djoyoline Group)

Apa itu Marka Jalan??



Banyak orang yang belum mengetahui apa itu marka jalan. Dulu, sebelum saya bekerja di PT. Djoyoline Group pun, saya tidak terlalu paham apa itu marka jalan. Bahkan sering definisi ini tertukar antara rambu dan marka jalan.

Menurut PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN  REPUBLIK INDONESIA Nomor PM 34 Tahun 2014, Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau diatas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas

Marka jalan adalah hal yang sangat penting sebagai fasilitas keselamatan lalu lintas. Walau terlihat sepele, sebenarnya Marka jalan memberikan manfaat yang sangat besar, terutama bagi pengendara saat berkendara dimalam hari saat kondisi minim cahaya dan saat hujan.

Biaya untuk pemasangan marka jalan memang cukup besar, tetapi ini sebanding dengan manfaat tingkat keselamatan yang didapat dengan adanya marka jalan.

Prinsip utama dari marka jalan adalah meningkatkan kewaspadaan pengemudi dengan meningkatkan tingkat visibilitas berkendara, membuat apa yang tidak terlihat menjadi terlihat dengan jelas.

Pemilihan bahan untuk meningkatkan visibilitas berkendara ini juga menjadi sangat penting. Pemilihan jenis bahan ini ditentukan dari berbagai jenis faktor. Beberapa diantaranya seperti dinilai dari seberapa padat lalu lintas jalan yang dilewati, jenis jalan, cuaca, iklim, bahkan budaya daerah setempat.

Sampai saat ini dalam dunia fasilitas keselamatan, khususnya marka jalan, ada lima kategori bahan dalam pembuatan marka jalan, yakni
Thermoplastic, Coldplastic, Preform Thermoplastic, Waterbase, dan Solventbase

Thermoplastic
Thermoplastic, sesuai dengan namanya, cat ini memerlukan panas dalam aplikasinya. Cat ini biasanya merupakan campuran dari berbagai jenis bahan padat yang kemudian dipanaskan hingga meleleh untuk selanjutnya di aplikasikan menggunakan cetakan khusus. Itu sebabnya sebagian orang menyebutnya sebagai Hotmelt Thermoplastic karena dalam aplikasinya cat ini dipanaskan hingga meleleh kemudian di cetak pada permukaan jalan.

Jenis cat thermoplastic adalah jenis marka yang umum digunakan di seluruh jalan di Indonesia. Selain karena faktor biaya yang cukup rendah dibanding jenis cat lain, cat thermoplastik juga memiliki keunggulan dalam hal kekuatan dan tingkat retroreflektifnya. Retroreflektif adalah kemampuan dari marka untuk memantulkan cahaya dari lampu kendaraan. Ini kembali kepada fungsi awal dari marka jalan yakni untuk meningkatkan visibilitas berkendara, dari yang tidak terlihat menjadi lebih terlihat dengan jelas.
Konvensional Thermoplastic



Untuk membuat bahan thermoplastk ini bisa memantulkan cahaya, pada saat aplikasinya ditaburkan sejumlah glass bead (manik-manik kaca) berupa serbuk kaca berbentuk bulat yang sangat kecil dan halus. Glassbead inilah yang menentukan tingkat retroreflektifitas suatu bahan marka jalan selain dari pada faktor warna dan bahan cat. Namun seiring berjalannya waktu, taburan  glassbead ini akan hilang karena tergerus roda kendaraan yang lewat. Sehingga agar umur marka dan tingkat visibilitasnya tetap baik sepanjang waktu, maka glassbead juga dicampurkan dalam bahan marka dan ditentukan ketebalannya antara 2-3 mm sehingga bisa bertahan dari abrasi gesekan roda kendaraan selama beberapa waktu, di Indonesia biasanya sekitar 2 tahun.

Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis marka thermoplastic, yakni konvensional dan profil. Marka jenis konvensional biasanya berupa garis solid atau garis putus-putus. Garis solid biasa kita temukan sepanjang pinggir jalan sebagai penanda batas tepi jalan. Sedangkan garis putus-putus biasa kita temukan di garis tengah jalan sebagai pembatan jalur dari arah yang berbeda.

Profil Thermoplastic

Marka profil sendiri hampir mirip dengan marka konvensional, hanya saja marka profil dimodifikasi dengan menambahkan profil berupa tonjolan yang dibuat sedemikian rupa (biasanya berbentuk kotak dengan ketebalan 5mm) sehingga memberikan efek audible dan getaran saat dilindas roda kendaraan. Hal ini dapat meningkatkan kewaspadaan pengendara terutama ketika berada pada daerah-daerah yang rawan kecelakaan. Selain itu, dengan ketebalan mencapai 5 mm, marka profil dipastikan tidak tergenang air saat hujan sehingga masih memiliki tingkat visibilitas yang baik walaupun jalanan basah.







Coldplastic
Bisa dikatakan coldplastic ini merupakan kebalikan dari thermoplastic. Jika thermoplastic membutuhkan panas (endorterm) dalam pengaplikasiannya, maka coldplastic ini mengeluarkan panas (eksoterm) saat aplikasinya, terutama karena disebabkan reaksi polimerisasi bahan-bahan di dalamnya.

Cat Coldplastic ini biasanya terdiri dari dua atau tiga komponen. Komponen ini biasanya terdiri dari Cat, Katalis, dan bisa juga agregat/kerikil untuk meningkatkan kekasaran hasil aplikasi agar tidak licin. Semua komponen ini dicampur sesaat sebelum aplikasi hingga merata lalu baru di aplikasikan pada permukaan jalan. Jenis Cat Coldplastic ini termasuk jenis cat yang fast curing, atau cepat sekali mengering sehingga aplikasinya membutuhkan kesigapan dari aplikator yang bekerja secara continue. Jika aplikator kurang sigap dan terlambat dalam aplikasi maka hasil aplikasi kurang optimal. Cat biasanya akan mengering sebelum teraplikasi, jika dipaksakan biasanya cat akan mengelupas kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Cat coldplastic biasanya digunakan pada jalanan yang memiliki tingkat lalu lintas yang tinggi dan beriklim dingin. Cat coldplastic memiliki ketahanan terhadap cuaca dingin yang lebih baik daripada thermoplastic yang cenderung lebih getas di cuaca yang dingin. Tetapi di aplikasikan di cuaca panaspun cat coldplastic tetap memiliki tingkat kekuatan yang lebih baik.

Terdapat dua jenis cat coldplastic yang digunakan di Indonesia, yakni Coldplastic Konvensional dan Coldplastic Coloring Surface.

Coldplastic Konvensional adalah jenis Cat Coldplasti yang digunakan untuk membuat marka jalan berupa garis menerus, modul, zebra cross, tanda panah, zevron, rumble stripe serta marka lambang lainnya. Hasilnya mirip dengan aplikasi cat thermoplastic konvensional dimana warna yang digunakan biasanya terbatas pada dua warna yakni putih dan kuning. Dalam cat colplastic konvensional ini juga ditambahkan glassbead intermix dan drop on untuk meningkatkan tingkat retroreflektifitasnya sehingga terlihat dengan jelas saat terkena cahaya lampu kendaraan di malam hari

Aplikasi Cat Coldplastic Konvensional untuk garis solid tepi jalan

Aplikasi Cat Coldplastic Konvensional untuk marka tekstur profil


Jenis Cat Coldplastic lainnya adalah Coloring Surface, yakni cat coldplastic yang khusus digunakan untuk mewarnai permukaan jalan. Jika anda sering berhenti di RHK (Ruang Henti Khusus) untuk sepeda motor, melewati ZoSS (Zona Selamat Sekolah), jalur busway, karpet merah atau jalur sepeda yang diberi warna-warna mencolok, itulah hasil aplikasi dari cat Coldplastic Coloring Surface. Fungsi cat ini adalah untuk memberi tanda wilayah-wilayah di jalan yang memerlukan perhatian khusus. Cat Coldplastic ini di desain agar memiliki kekuatan yang baik baik dalam hal daya lekat pada permukaan jalan dan juga tingkat warnanya sehingga memiliki visibilitas yang baik oleh pengendara.

Aplikasi cat Coldplastic Coloring Surface untuk Ruang Henti Khusus

Aplikasi cat Coldplastic Coloring Surface untuk Jalur Sepeda


Dalam aplikasinya, cat ini diberi komponen khusus agar memiliki tingkat kekasaran yang cukup sehingga tidak licin, walaupun sering terjadi kesalahan dalam pemasangan, desain dan juga teknik aplikasi yang membuat jalanan yang diwarnai dengan cat ini menjadi seolah licin.


Biasanya cat jenis ini diaplikasikan dengan ketebalan sekitar 2-3 mm yang membuatnya tahan terhadap abrasi gesekan roda kendaraan dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan jenis cat lain 



Preform Thermoplastic
Preform Thermoplastik adalah teknologi baru dalam pembuatan cat marka jalan berupa garis, simbol, huruf atau angka yang sebelumnya sudah dibentuk terlebih dahulu oleh pabrikan dan dapat dipasang tanpa memerlukan alat khusus seperti marka jalan thermoplastik konvensional.

Dengan preform thermoplastik, marka jalan yang berbentuk rumit dapat dipasang dengan rapi, presisi tanpa menghilangkan nilai estetika, durabilitas/kekuatan dan cost yang masih kompetitif

Preform thermoplastik juga dibuat untuk bisa memantulkan cahaya sehingga memiliki nilai retroreflektif yang tinggi sehingga meningkatkan visibilitasnya di malam hari. Glassbead intermix di tambahkan dalam proses pembuatannya begitu juga glassbead drop on yang ditabur selama proses aplikasinya.


Pemasangan marka preform thermoplastik ini cukup menggunakan alat berupa burner LPG untuk memanaskan preform thermoplastik.

Saturday, 12 March 2016

Mengenal Korosi Pada Struktur Logam

Apa itu Korosi?
Proses  terjadinya  karat  atau  istilah lain  korosi  pada  besi  adalah  suatu proses  kimiawi  yang alamiah dimana  terjadi  perubahan  struktur kimiawi  dan  fisika  dari  besi  dan proses  tidak  dapat dikembalikan lagi.  Proses  karat  tidak  dapat  di cegah  atau  dihindari,  namun demikian proses ini dapat diperlambat.  Oleh  karena  itu,  struktur  besi perlu dilindungi dari korosi / karat untuk menghindari perubahan. Struktur  besi  banyak  digunakan pada pembangunan  infrastruktur jalan seperti  jembatan,  gedung,  pabrik, tanki timbun BBM beserta fasilitas pendukung seperti pipa, turbin angin,  instalasi  eksplorasi,  instalasi produksi.

korosi pada besi jangkar kapal via http://www.milesofsmilesdental.net/

Metoda  perlindungan  karat  yang paling  dasar  adalah  galvanisasi dan cat inorganic zinc dimana perbedaannya  pada  proses  galvanisasi  diperlukan  suhu  tinggi sedangkan  pada  proses pengecatan tidak.

Biaya kerugian akibat korosi logam sangat tinggi, namun dari pengalaman  sepertiga  biaya  kerugian tersebut  dapat  dihindari  dengan  menggunakan teknologi kontrol terhadap korosi. Biaya kerugian akibat darikorosi meliputi :

  • Penggantian stuktur yang rusak beserta dengan  komponennya.
  • Maintain agar fasilitas tetap bekerja.
  • Penghentian fasilitas karena shut down.
  • Turunnya output produksi dan kontaminasi lingkungan.
  • Kerusakan / pengobatan karena kecelakaan.


Mekanisme Korosi
Seperti dijelaskan di atas, korosi atau karat adalah reaksi kimia atau elektrokimia antara logam dan lingkungannya yang dapat menyebabkan perubahan sifat logam dan bahkan berkurangnya logam tersebut. Perlu  diketahui  konsep  dasar  terjadinya  korosi  untuk  dapat memahami  cara mengontrol proses  korosi. Ada  4  komponen yang berperan dalam terjadinya proses korosi, yaitu :
1. Anoda.
2. Katoda.
3. Jalur logam penghubung katoda dan anoda.
4. Elektrolit.

Anoda adalah logam atau bagian / area dimana terjadi proses oksidasi atau proses karat, sedangkan Katoda adalah logam atau bagian / area dimana terjaddi proses reduksi atau terbentuknya gas hasil elektrolisa

Jalur penghubung katoda dan anoda dapat berupa 2 buah logam berbeda  yang  saling  berdekatan atau  bahkan  sebuah  logam  yang  mempunyai struktur kristal / susunan logam yang berbeda. Elektrolit merupakan media konduksi luar seperti air atau tanah yang menyebabkan reaksi kimia pada katoda dan sebagai sumber ion metal di anoda.

Selama  proses  korosi,  electron  mengalir  dari anoda  ke  katoda  melalui  jalur  logam  dan  ion mengalir dari katoda ke anoda melalui elektrolit. Pemicu reaksi korosi adalah perbedaan keelektronegatifan dari anoda, katoda dan lingkungan. Keelektronegatifan  dari  logam  merupakan kecenderungan suatu logam untuk menjadi larutan garamnya. 

Sebagai  contoh,  bila  2  buah  logam  Besi  dan Zinc  saling  berdekatan  satu  sama  lain  dalam media  air,  maka  logam  Zinc  akan  mempunyai kecepatan  korosi  lebih  tinggi  dibandingkan logam besi. Namun demikian, bila sebuah logam  mempunyai bagian yang sedikit berbeda komposisi kimia atau sifat fisikanya, maka akan timbul area anoda dan katoda  sebagai  awal  terjadinya  proses korosi. Area  logam  yang  mempunyai  kelektronegatifan lebih tinggi menjadi anoda dan area lain menjadi katoda, semakin besar perbedaan keelektronegatifan area tersebut, proses korosi makin cepat.

dua logam berdekatan mempercepat korosi via http://www.waratahfencing.com.au/

Proses reaksi kimia korosi :
Reaksi di Anoda (korosi pada logam)
L (logam) —>  L++(metal ion) + 2 e-( electron)

Rekasi di Katoda (terbentuk gas H2)
2 H2O + 2 e -—>  2 OH -(ion hydrogen) + H2


Jenis-Jenis Korosi
Ada banyak jenis korosi, namun pada topik ini hanya  beberapa  jenis  saja  yang  di  sampaikan,
yaitu :
1. Korosi seragam (Uniform Corrosion).
Seluruh  bagian  logam  mengalami  proses korosi secara bersamaan. Bila  salah  satu area  tingkat  korosi  lebih  dalam  disbanding yang  lain,  maka  bukan  lagi  disebut  Korosi seragam.

contoh uniform corrosion via http://images.slideplayer.com/

2. Korosi pitting (Pitting Corrosion).
Korosi  logam  terjadi  pada  satu  titik  atau beberapa  titik  namun  tidak  merata  pada
seluruh  permukaan.  Korosi  ini  biasanya karena homogenitas logam tidak sempurna, kedalaman korosi ini  dapat  diukur  dengan alat “pit gauge”

contoh pitting corrosion via http://www.amteccorrosion.co.uk/

3.   Korosi galvanik (Galvanic Corrosion).
Adanya perbedaan logam yang saling kontak, dimana  logam  yang  lebih  aktif  akan  terjadi korosi lebih  cepat.    Metoda  ini  seringkali digunakan  untuk  mencegah  korosi  pada  besi
di laut dengan menempelkan zinc pada logam besi.

4. Korosi celah (Crevice Corrosion).
Korosi jenis ini biasanya juga dikenal sebagai korosi  sel  terkonsentrasi.,  karena  perbedaan lingkungan  antara  bagian  dalam  dan  bagian luar  celah.  Celah  ini  bisa  terjadi  pada  logam ke logam  atau  logam  ke  non  logam.  Bagian dalam  celah,  kekurangan  oksigen  sehingga terjadi reaksi  anoda,  sedangkan  bagian  luar terjadi reaksi katoda (H2O + O2 + 4 e -—> 4 OH-)

contoh Crevice Corrosion via http://stoprust.com/

Dari  pengetahuan  tentang  korosi  sel dan  jenis  korosi,  maka  ada  beberapa metoda  yang  dapat dilakukan  untuk mengontrol  proses  tersebut,  antara
lain :
1. Evaluasi desain konstruksi.
2. Pelapisan dengan metal tahan korosi atau alloy.
3. Pelapisan dengan non logam atau inhibitor.
4. Perlindungan katodik.
5. Perlindungan dengan coating atau cat.

Metoda coating atau cat adalah metode yang
mempunyai banyak keuntungan, antara lain :

  • Mudah diaplikasi.
  • Mudah disimpan dan dikendalikan.
  • Kemudahan penggunaan pada suhu kamar.
  • Ekonomis.
  • Mudah di perbaiki.
  • Ada banyak pilihan kilap, warna dan tekstur.

Namun  metoda  coating  inipun  punya  beberapa kelemahan  dimana  memerlukan  persiapan permukaan,  proses  aplikasi,  proses  pengeringan dan  perlindungan  keamanan  kesehatan  aplikator
atau pengguna.
loading...
 
Copyright © 2014 Rasendriya Bercerita. Designed by OddThemes